24 February 2008

Diakah pasangan ideal kamu...

Pasangan asmara yang ideal tentunya adalah yang dapat memenuhi kebutuhan kamu. Misalnya saja kamu menyukai kehidupan glamor maka pasangan yang ideal adalah yang bisa melimpahi kamu dengan materi. Namun sebenarnya hal ini adalah faktor yang terlihat di permukaan saja. Ada hal-hal lain yang perlu kamu pertimbangkan dalam memilih pasangan hidup :

1. Tulus hati dan jujur

Perhatian yang diberikan kepada kamu bukanlah pura-pura atau berdasarkan pamrih. Kamu juga bisa yakin bahwa dia .jujur pada dirinya sendiri, kamu dan orang-orang di sekitarnya. Agar ia bisa jujur tampilkan dirimu apa adanya, jangan terlalu banyak memoles diri. Dengan demikian pasangan kamu akan memnunjukkan dirinya yang sebenarnya.

2. Bisa menghargai perbedaan

Dia tetap bisa menghargai keputusanmu meskipun kamu memiliki cara pandang yang berbeda dengannya.

3. Kematangan dan tanggung jawab

Tanda-tanda seseorang telah mencapai kematangan pribadi adalah bila seseorang bersedia membantu memcahkan masalah, tidak ingkar janji. Bila dia tidak memiliki kematangan dan tanggung jawab, kamu akan merasa tidak nyaman disampingnya.

4. Punya kepercayaan diri

Ia tidak mudah terombang-ambing, tidak gampang tersinggung, dan tidak menganggap dirimu sebagai ancaman. Jika pasanganmu tidak punya rasa percaya diri, akan sulit bagi Anda untuk sejalan dengannya dalam banyak hal.

5. Terbuka secara emosional

Dia mau berbagi perasaan baik ketika senang ataupun susah. Keterbukaan emosional menandakan pula bahwa ia mempercayai kamu dan merasa nyaman di dekatmu.

6. Memiliki perhatian

Perhatian bisa melanggengkan hubungan asmara. Tapi jangan kamu saja yang terkagum-kagum dengannya. Dia pun harus memiliki perasaan yang sama padamu.

Menemukan jodoh...

Hmm, buat sebagian dua suku kata ini terasa sangat sederhana dan terlalu menggelikan untuk diomongkan. Mereka yang easy going ini tinggal berkata, "Apa sih susahnya mendapatkan jodoh, cari saja pacar sebanyak-banyaknya, tinggal pilih saja satu yang sesuai." Realita-nya toh tak semudah itu bukan?

Buat sebagian lain mencari jodoh yang tepat bahkan lebih susah dari mendapat uang bermilyar-milyar, lebih sukar daripada memperoleh ketenaran, lebih susah ketimbang memperoleh pekerjaan yang baik, atau lebih sukar ketimbang menyelesaikan sekolah hingga doktor. Kita toh bisa lihat sendiri betapa banyak perkawinan pasangan orang-orang terkenal atau orang-orang terdidik yang kandas beberapa saat kemudian, akhirnya orang pun berucap "ah, ... mungkin bukan jodohnya."

Apakah jodoh itu? apakah seorang pasangan hidup yang bagus secara fisik, indah hatinya, tinggi intelektualitasnya, tekun ibadahnya, terjamin penghidupannya. Jika ya tentunya tak lebih dari 1% saja orang yang menikah di dunia ini. Tidak ada rumus matematika yang tepat untuk mendapatkan jodoh, tidak ada pelajarannya di sekolah manapun. Hmm, problem besar bukan? Bagaimana mungkin salah satu sumber kebahagiaan terbesar dalam hidup tidak pernah ada ilmunya.

Perempuan yang Membuat Lelaki Jatuh Cinta

Perempuan seperti apa sih, yang membuat laki-laki benar-benar jatuh hati dan berani memberikan seluruh hidupnya? Paras yang cantik, postur tubuh yang ramping dan seksi? Belum tentu!

Tak perlu khawatir, Anda yang tak termasuk kategori cantik dan seksi bukan berarti tak layak mendapatkan jodoh. Memang, kecenderungan lelaki selalu ke arah visual. Apapun yang menarik di matanya akan menyita perhatiannya. Setiap kali melihat perempuan cantik lewat, ia akan selalu tertarik. Namun ternyata, penampilan fisik saja tidak cukup untuk membuat laki-laki jatuh hati.

Sebelum memutuskan menikah, lelaki pasti berpikir bahwa kebebasannya akan lebih terbatas dibandingkan saat masih lajang. Karena itu, ia akan memilih perempuan yang tidak selalu menempel padanya setiap saat. Sebaliknya, mereka membutuhkan perempuan yang mempu memberinya semangat dan dukungan.

Perempuan yang memiliki dunia lain selain dirinya. Lelaki suka menjadi pahlawan. Lelaki suka dimanjakan dengan kasih sayang dan perhatian. Namun, ada perbedaan besar antara ketertarikan sesaat dan keinginan untuk hidup bersama selamanya. Banyak pria mengaku lebih menyukai perempuan yang tidak selalu berada di sampingnya, dalam arti dia memiliki ketertarikan lain selain hubungan dan cinta mereka.
Misalnya, dunia kerja, olahraga, atau bidang lainnya. Mengapa? Ketertarikan ke bidang lain ini menunjukkan sikap independensi perempuan. Lelaki suka perempuan mandiri untuk dijadikan pendamping hidup.

Perempuan yang memberikan toleransi waktu bagi pasangannya. Setiap pasangan selalu mendambakan saat-saat romantis bersama pasangan. Namun itu tidak berarti harus menghabiskan seluruh waktu berdua. Lelaki menyukai perempuan yang memberikannya waktu bersama teman-teman, atau untuk dirinya sendiri. Mengurung pasangan dalam dunia kita sendiri justru akan membuatnya jengah. Jadi, berikanlah waktu kepada pasangan, sementara Anda bisa menikmati waktu bersama teman-teman atau untuk memanjakan diri.

Perempuan percaya diri. Perempuan yang mampu mengendalikan arah hubungan, tidak melulu manut pada pasangan. Ini menunjukkan bahwa perempuan mampu mengambil keputusan sendiri, tidak serta merta memberikan seluruh kehidupannya kepada pasangan.
Di kehidupan pernikahan, istri harus menjadi pendamping, bukan sekadar pengikut. Bahkan suatu saat harus mampu menggantikan peran suami. Ia harus memiliki inisiatif untuk mengambil beberapa keputusan dalam kehidupan rumahtangga.

Perempuan dengan selera berbusana yang bagus. Dalam sebuah survei yang diadakan majalah Femina, Andi mengaku 'lari' dari pacarnya gara-gara sang pacar memberikan hadiah sepatu beraksen rantai emas. "Selera dangdutnya membuatku memutuskan meninggalkannya," katanya. Lelaki membutuhkan perempuan yang dapat membantunya memberikan pertimbangan busana apa yang cocok dipakainya, atau sesekali mengkritik jika pasangannya terlihat bodoh dalam pakaian tertentu.